Beasiswa Hompimpa ingin hadir untuk anak-anak dari keluarga kelas menengah rentan. Mereka yang terlalu "mampu" untuk dapat bantuan pemerintah, tapi terlalu "tidak mampu" untuk kuliah dengan biaya sendiri.Beasiswa Hompimpa exists for children from vulnerable middle-class families — too "capable" for government aid, yet too "unable" to pay for college on their own.
Banyak tersebar beasiswa untuk pelajar SD sampai SMA. Juga beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Bagaimana dengan anak keluarga pas-pasan yang baru lulus SMA dan punya mimpi yang sama besarnya?There are many scholarships for primary and secondary students, and for high-achieving university students. But what about kids from modest families who just finished high school with dreams just as big?
Keluarga menengah rentan tidak masuk kriteria bantuan pemerintah tapi juga tidak mampu membiayai kuliah secara mandiri.Vulnerable middle-class families do not qualify for government aid but also cannot afford university independently.
Angka partisipasi pendidikan tinggi Indonesia masih di bawah 50%. Hompimpa hadir mendorong angka itu naik, satu anak satu langkah.Indonesia's higher education participation rate is still below 50%. Hompimpa pushes that number up, one student at a time.
Kami mendampingi penerima dari awal hingga lulus — membayar tagihan, menguatkan semangat, dan membangun komunitas solidaritas.We accompany recipients from start to graduation — covering bills, building confidence, and fostering solidarity.
Ayahnya jualan tahu Sumedang keliling pakai gerobak. Ibunya ngasuh anak kecil di rumah orang. Neneknya sedang sakit dan berbaring di sudut ruangan yang sama tempat mereka semua tinggal. Tidak ada penghasilan tetap. Tidak ada tabungan pendidikan.
Di masa SMA, ijazahnya sempat ditahan karena tunggakan Rp 6 juta saat warung nasi kecil milik ibunya kebakaran. Nabila tetap lanjut. Yang ia butuhkan hanya satu: ada orang-orang yang membangun jembatan mimpinya.Her father sells tofu door-to-door with a cart. Her mother babysits children at other people's homes. Her grandmother is bedridden in the same small room where they all live. No steady income. No education savings.
In high school, her diploma was held back due to a Rp 6 million debt after her mother's food stall burned down. Nabila kept going. All she needs is people who will build a bridge to her dreams.
Sari adalah penerima beasiswa pertama Hompimpa, sejak 2020. Ia kuliah di Jakarta dengan tekad kuat untuk membawa ilmu gizi kembali ke komunitasnya. Dengan dukungan Rp 76 juta selama 4 tahun dari 10 donatur, Sari berhasil menyelesaikan kuliahnya.Sari was Hompimpa's first scholarship recipient, since 2020. She studied in Jakarta, determined to bring nutrition knowledge back to her community. With Rp 76 million in support over 4 years from 10 donors, Sari successfully completed her degree.
Universitas Indonesia Maju · Fakultas Ilmu Kesehatan · S1 GiziUniversitas Indonesia Maju · Faculty of Health Sciences · Nutrition S1
Hubungan Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, dan Kualitas Tidur terhadap Kadar Hemoglobin pada Pesantren Tahfidz Ekonomi Islam Multazam Bogor.Relationship Between Breakfast Habits, Nutritional Status, and Sleep Quality with Hemoglobin Levels at Pesantren Tahfidz Ekonomi Islam Multazam Bogor.
"Setiap orang berhak bermimpi atas pendidikan mereka, dan setiap kita adalah jembatannya.""Everyone has the right to dream about their education, and each of us can be the bridge."
S1 Gizi · UIMA Jakarta · IPK 3,78 · 10 donatur · 4 tahunNutrition S1 · UIMA Jakarta · GPA 3.78 · 10 donors · 4 years
Setelah lulus, alumni Hompimpa ikut mendampingi generasi berikutnya — mentoring, berbagi cerita, review skripsi, atau sekadar jadi kakak tempat bertanya.After graduating, Hompimpa alumni help mentor the next generation — through coaching, sharing stories, reviewing theses, or simply being a supportive older sibling figure.
Kebaikan dimulai dari orang-orang yang percaya bahwa pendidikan adalah hak semua anak Indonesia.It starts with people who believe education is the right of every Indonesian child.
Dana disalurkan transparan, berkala, sesuai kebutuhan nyata dan dilaporkan terbuka kepada donatur.Funds are distributed transparently, regularly, based on real needs and reported openly to donors.
Tidak hanya belajar, mereka aktif berorganisasi, mengabdi, dan bermimpi besar untuk masa depan.Beyond studying, they actively engage in organizations, community service, and dream big for the future.
Setelah lulus, alumni membantu generasi berikutnya. Kebaikan tidak berhenti di satu titik.After graduating, alumni support the next generation. Goodness does not stop at one point.
Setiap rupiah langsung menuju kebutuhan Nabila: UKT, operasional bulanan, dan kebutuhan studi hingga lulus.Every rupiah goes directly to Nabila's needs: tuition, monthly living costs, and study expenses until graduation.
Setiap rupiah dicatat dan dilaporkan terbuka. Ini wujud kepercayaan kami kepada para donatur.Every rupiah is recorded and reported openly. This is our commitment to our donors' trust.
* Laporan yang diterima donatur akan lebih detail dengan rincian donasi masuk dan donasi tersalurkan.* Reports sent to donors will be more detailed, including breakdowns of incoming and disbursed donations.
Pendidik yang mendirikan sekolah alternatif untuk anak-anak di Rumpin, Bogor (2012). Kini mengajar di Bandung. Keprihatinannya akan pendidikan melahirkan Hompimpa.An educator who founded an alternative school for children in Rumpin, Bogor (2012). Now teaching in Bandung. Her concern for education gave birth to Hompimpa.
Memulai kuliah di UI dengan beasiswa dan bertekad untuk pay it forward. Product Manager di platform pembelajaran daring, baru menyelesaikan S2.Started university at UI on a scholarship, determined to pay it forward. Product Manager at an online learning platform, recently completed a Master's degree.
Terinspirasi dari pengalaman sukarelawan di bidang childcare. Berkomitmen mendorong angka partisipasi pendidikan tinggi Indonesia yang masih di bawah 50%.Inspired by volunteer experience in childcare. Committed to raising Indonesia's higher education participation rate, which is still below 50%.